PENELITIAN PERIKANAN DIHARAPKAN “MEMBUMI”

Posted on Updated on

Kami turut senang melihat para peserta seminar Nasional Perikanan, setiap Tahun semakin mengkat pesertanya. Semoga hal ini merupakan indikator bahwa para ilmuwan kita semakin menaruh perhatian terhadap ilmu dan teknologi perikanan maupun kelautan”, demikian disampaikan oleh Prof. Ir. Atyanto Dharoko, Mphil, PhD, Wakil Rektor Universitas Gajah Mada, saat membuka Seminar Ansional Tahunan VII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan di Yogyakarta (24/7).

Memang peserta yang menyampaikan makalah setiap tahun semakin bertambah. Seminar kali ini disampaikan 369 hasil penelitian, yakni sekitar 60%. Kebanyakan adalah yang terkait dengan teknologi budidaya perikanan sekitar 23% berupa kajian sosial, ekonomi dan manajemen. Dan sedikit yang melakukan penelitian dalam ilmu dasar, yakni sekitar 7 %.

Namun seakan melakukan kritik diri, Prof Dr. Ir. Kamiso Handoyo Nitimulyo, M. Sc, guru besar senior perikanan dari UGM mengajak para peneliti untuk mengevaluasi, seberapa banyak teknologi hasil penelitian yang sudah diadopsi oleh masyarakat. Penelitian akan dianggap bermanfaat apabila sudah ditransfer teknologinya oleh masyarakat, diadopsi, dan berhasil meningkatkan kesejahteraan rakyat. Selaras dengan Prof Kamiso, penelitian yang dilakukan para ilmuwan perikanan saat ini menurut Sekretaris Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Dr. Achmad Purnomo, masih perlu lebih fokus dan “membumi”.

Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Dr. Soen’an H. Poernomo, menyampaikan kebutuhan dukungan penelitian dalam pembangunan kelautan dan perikanan. Untuk memantau dan mengevaluasi capaian visi dan misi, yakni untuk menjadi produsen terbesar dan mensejahterakan rakyat, para peneliti diharapkan turut serta memberikan kontribusinya walaupun KKP saat ini telah bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) telah melakukan langkah-langkah pengukuran indikator dengan instrumen Nilai Tukar Nelayan (NTN), Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTP), Pendapatan, HDI (Human Development Index), indeks produksi dan lain-lain, namun para peneliti dan akademisi diharapkan memberikan masukan dan peran sertanya.

KKP sebagai lembaga yang memiliki strategi knowledge based, mengharapkan para peneliti dan akademisi “mengawal” atau mendampingi sejak saat pembuatan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi. Baik pada tingkat nasional maupun di tatanan daerah. Lembaga penelitian atau perguruan tinggi dapat menjadi mitra utama pemerintah daerah dan masyarakat, dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunannya.

Sebagai contoh, pengembangan kawasan Minapolitan tentu memerlukan pengawalan Knowledge-based. Untuk memanfaatkan sumberdaya perikanan di laut tentu dibutuhkan uluran para peneliti untuk memperoleh data mengenai ketersediaan stok sumberdaya ikan, sehingga kebijakan perijinan usaha dapat disesuaikan, para peserta Seminar sepakat bahwa untuk selanjutnya harus dilakukan pula peningkatan kualitas penelitian, tidak hanya kuantitasnya.

sumber: Siaran Pers KKP  No. B. 85 /PDSI/VII/2010

http://www.dkp.go.id/archives/c/34/3111/penelitian-perikanan-diharapkan-membumi/

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s