TEKNOLOGI PEMELIHARAAN BANDENG TAMBAK RAKYAT

Posted on Updated on

Petunjuk teknis pemeliharaan bandeng di tambak rakyat ini telah diterapkan di Kampung Laut Kabupaten Cilacap dan pesisir Kabupaten Purworejo yang dilakukan oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Tengah. Kegiatan budidaya ini dilakukan untuk memanfaatkan kotoran ayam atau pupuk kandang lainnya untuk penumbuhan klekap sebagai pakan alami bandeng.

Adapun tahapan yang perlu dilaksanakan ialah :

A. Pembuatan Konstruksi Tambak

  • Pematang: harus kuat, tinggi 0,5 m di atas pasang air laut tertinggi, lebar atas sekitar 1 m dan tidak bocor.
  • Dasar tambak: rata, dan agak miring ke arah pintu air.
  • Pintu air: kuat dan tidak bocor, diutamakan petakan tambak yang memiliki pintu pemasukan dan pengeluaran air terpisah.
  • Pembuatan caren keliling atau diagonal/menyilang dengan lebar 2-4 m, dan dalam 50-60 cm.

B. Persiapan Budidaya

1. Pengeringan tanah dasar tambak

Perbaikan pematang, saluran, dan pintu saluran keluar masuk tambak.  Pembasmian hama dan penyakit dengan pemberian Saponin 50 kg/ha, lalu pengapuran dengan dosis 500 kg/ha untuk meningkatkan pH tanah,  sekaligus berfungsi sebagai pengendalian hama dan penyakit. Tanah dasar pelataran diolah dan diratakan, kemudian dikeringkan selama 14 hari (hingga tanah dasar retak-retak sedalam 1 cm).

2.  Pemupukan awal

Untuk mempercepat pertumbuhan pakan alami,  yaitu  kelekap,  dilakukan  pemupukan dengan kotoran ayam sekitar 1 ton/ha. Pupuk tersebut ditebarkan merata pada pelataran tambak. Pemupukan dengan Urea 50 kg/ha dan SP-36 75 kg/ha pada pelataran tambak secara merata. Pengairan tambak macak-macak (sekitar 5 cm), dan dibiarkan selama 1 minggu. Pada saat pengairan tambak, pintu tambak dipasang saringan berupa waring untuk mencegah masuknya predator dan kompetitor dan segera ditutup sebelum air surut agar pupuk tidak hanyut ke luar tambak. Penambahan air secara bertahap, hari ke-1 setinggi 10 cm, hari ke-2 setingggi 20 cm, hari ketiga 30 – 40 cm, dan dibiarkan selama 1 minggu sampai kelekap tumbuh subur. Selanjutnya air ditambah lagi hingga 40 – 50 cm dan tambak siap ditebari benih ikan bandeng.

3. Penebaran Benih Ikan

Benih yang ditebar ukuran “lincip” ( 5 cm). Padat penebaran yang digunakan sekitar 10.000 ekor/ha. Penebaran benih dilakukan pada saat suhu rendah. Untuk menjaga benih agar tidak stress, perlu perlakuan aklimatisasi terhadap kondisi suhu dan salinitas air tambak. Tahapan pelaksanaannya :

  • memasukkan kantong berisi benih ikan ke dalam tambak dan biarkan selama 10 – 15 menit,
  • membuka kantong plastik, dan memasukkan air tambak ke dalamnya sedikit-demi sedikitsampai suhu dan salinitas air dalam kantong plastik sama dengan air tambak
  • melepaskan benih perlahan-lahan ke tambak dengan cara mengangkat kantong bagian bawah.

4. Pemeliharaan

  • Pengelolaan air

Kedalaman air dipertahankan sekitar 30-40 cm di atas pelataran.

Penggantian air dilakukan secara gravitasi (pasang surut air laut).

  • Pemupukan susulan

Pemupukan susulan mulai dilakukan pada saat persediaan dan pertumbuhan kelekap berkurang (sekitar 1 bulan setelah penebaran).

Pemupukan dilakukan dengan Urea sekitar 15 kg/ha dan SP-36 10 kg/ha (sekitar 10% dari pupuk awal). Mula-mula air tambak disurutkan hingga sekitar 5 cm di pelataran, selanjutnya pupuk ditebarkan merata di pelataran tambak. Dua hari kemudian air tambak ditambah hingga kedalaman sekitar 40 – 50 cm.

  • Pakan tambahan

Pakan tambahan diberikan pada saat menjelang panen untuk memacu laju pertumbuhan berat.

  • Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian dini dilakukan bersamaan dengan persiapan tambak (pengeringan, pengapuran, dan pemberian saponin). Selain itu pemasangan saringan pada pintu air tambak sangat berguna mencegah masuknya predator atau penyaing ikan bandeng ke dalam tambak. Pengendalian selanjutannya dilakukan dengan monitoring terhadap gangguan ular, kepiting, dan jenis ikan lain sebagai penyaing.

5. Panen

Lama pemeliharaan sekitar 4-5 bulan.

Tujuan pemeliharaan untuk mendapatkan ikan bandeng konsumsi (4-5 ekor/kg).

Panen dilakukan dengan menggunakan alat jaring/waring.

sumber  http://www.dkp.go.id

2 thoughts on “TEKNOLOGI PEMELIHARAAN BANDENG TAMBAK RAKYAT

    Aly said:
    31 Oktober 2010 pukul 1:28 am

    nice…salam kenal…
    http://aliusmanhs.wordpress.com

      chulay responded:
      31 Oktober 2010 pukul 1:31 am

      thanks…kenal juga..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s