SUMBERDAYA PERIKANAN DI KAB.CILACAP

Posted on Updated on

Magrov
Ketersediaan sumberdaya perikanan di Kabupaten Cilacap cukup besar, yang mencakup dalam ekosistem marine, pantai, trumbu karang, estuarine, laguna, mangrove, rawa, genangan dan sungai. Kegiatan produksi perikanan meliputi penangkapan, budidaya, penanganan/pengolahan hasil perikanan, distribusi dan pemasaran. Kegiatan usaha penangkapan meliputi di perairan laut dan di perairan umum, serta kegiatan usaha budidaya ikan di tambak, di kolam dan di perairan umum berupa budidaya karamba.
A. Sumberdaya Perikanan Tangkap.
a.1 Perairan Laut
Potensi sumberdaya kelautan dan perikanan, yang meliputi : (1) Sumberdaya Perairan Pantai, (2) Sumberdaya Perairan Lepas Pantai , dan (3) Sumberdaya Perairan Zona Ekonomi Eksklusif. Luas perairan daerah penangkapan wilayah pantai diperkirakan seluas ± 5.600 km2 ( pada isobath 100 m ) dengan perincian luas sebagai berikut :
– Perairan Teluk Penyu-Gombong lebih kurang 3.500 km2
– Perairan Teluk Pananjung ( Pengandaran ) kurang lebih 1.300 km2
– Perairan selatan Yogyakarta – Pacitan kurang lebih 800 km2
Usaha Penangkapan ikan di wilayah perairan pantai dilakukan hingga jarak ± 12 mil laut dari garis pantai hingga pada kedalaman (isobath) 3 – 100 m atau pada batas garis wilayah perairan teritorial Indonesia.
Potensi sumberdaya ikan di perairan laut selatan Kabupaten Cilacap diperkirakan 72.000 ton, sedangkan pemanfaatan oleh nelayan Cilacap baru mencapai: 14.982,2 ton (21%)/ tahun berdasarkan perhitungan statistik perikanan Kabupaten Cilacap tahun 2009, pemanfaatan potensi sumberdaya ikan tersebut diantaranya: (1) jenis ikan pelagis besar meliputi : Tuna, Cakalang, Tongkol, Tengiri, Marline, Layaran, Lemadang, Cucut, sebesar 7.131,5 ton/tahun, (2) jenis ikan pelagis kecil meliputi: Lemuru, Layang/Selar, Kembung, Teri, Tetengkek, Kuwe, Ubur-ubur, Cumi-cumi sebesar 2.232,8 ton/tahun,serta (3) jenis ikan demersal meliputi : Udang, Kakap, Pari, Kerapu, Layur, Tigawaja, Petek, Bawal, Tembang, Lidah, sebelah, Bloso, Remang, Manyung, Keong, udang, rajungan, dan kepiting sebesar 5.618,3 ton/tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s